Sektor Pertanian Sumbang 39,94 % Bagi PDRB Dompu
Cari Berita

Advertisement

Sektor Pertanian Sumbang 39,94 % Bagi PDRB Dompu

Jumat, 22 Februari 2019


 
Kabid Ekonomi Bappeda dan Litbang Kabupaten Dompu, Muhammad Syahroni, SP, MM
Kabupaten Dompu, LENSA POST NTB - Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Dompu pada tahun 2017  mencapai 6,19 triliun rupiah sementara di tahun 2016 baru di angka 5,68 triliun rupiah. Sedangkan laju pertumbuhan ekonomi kendati belum terlalu optimal tapi di tahun 2017 mencapai 6,82 persen.  dibandingkan tahun 2016 yang baru pada angka 5,40  persen. Demikian diungkapkan oleh Kabid Ekonomi Bappeda dan Litbang Kabupaten Dompu, Muhammad Syahroni, SP, MM dengan mengacu pada data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik  (BPS). Syahroni menyebukan sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar bagi Produk Domestik Regional Bruto  (PDRB) Kabupaten Dompu. "Kontribusi sektor pertanian terhadap besarnya angka PDRB tersebut adalah 39,94 persen," paparnya. 

Dilanjutkan mantan Kepala Bidang Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian Kabupaten Dompu ini pertumbuhan ekonomi Kabupaten Dompu adalah sebesar 6,82 %. Dikemukakannya dari pertumbuhan ekonomi 6,82 persen itu dapat ditarik benang merah bahwa ada kenaikan total pendapatan, pengeluaran, dan nilai tambah di mana sektor pertanian sangat berperan di dalamnya.
"Kenaikan total pendapatan juga berarti terdapat penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan sebagian besar masyarakat," paparnya. Dengan kata lain dapat diuraikan bahwa sektor pertanian mampu menggerakkan pengangguran untuk mulai berusaha meningkatkan pendapatan rumah tangga, serta terdapat pula petani yang sebelumnya berpendapatan di bawah garis kemiskinan mengalami surplus sehingga berpendapatan di atas garis kemiskinan.

Terkait sektor pertanian sendiri, lanjutnya lebih didominasi oleh pertanian tanaman pangan dengan besarnya sumbangsih sebesar 20,55 %. "Berbicara tanaman pangan, jagung sangat mendominasi akan kontribusi tersebut," imbuhnya. Sedangkan di subsektor perkebunan masih tergolong minim berkontribusi menyumbang peningkatan pertumbuhan ekonomi.  Ia menyebutkan kontribusi dari sektor ini dengan adanya pabrik gula belum secara signifikan memicu laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten  Dompu. "Padahal tahun 2016 pihak Bank Indonesia pernah melakukan simulasi, jika setengah saja dari kapasitas produksi berjalan optimal, maka dampak pabrik gula akan memicu pertumbuhan ekonomi NTB sebesar 1,5 persen pertahun. Namun sampai saat sekarang hal itu masih jauh dari harapan," ulasnya. Produk domestik regional bruto adalah jumlah nilai tambah bruto yang timbul dari seluruh sektor perekonomian di daerah tersebut. Menghitung PDRB bertujuan untuk membantu membuat kebijakan daerah atau perencanaan, evaluasi hasil pembangunan, memberikan informasi yang dapat menggambarkan kinerja perekonomian daerah. (Biro Dompu – Supriyamin)