DP3A dan LPA Identifikasi Kasus Bunuh Diri di Dompu
Cari Berita

Advertisement

DP3A dan LPA Identifikasi Kasus Bunuh Diri di Dompu

Minggu, 03 Maret 2019


Dompu, Lensa Post NTB - Maraknya kasus bunuh diri di Kabupaten Dompu NTB khususnya di Kecamatan Hu'u, menimbulkan keprihatinan yang mendalam bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu. Karena itu, tim dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Dompu dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) kemarin melakukan identifikasi di lapangan.  

Tim identifikasi  yang di bawah pimpinan Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak, Rahman, S. Sos, M. Kes, dan beranggotakan Dahlia Wahyuni, S. Sos (Kasi Perlindungan Anak), Siti Aisyah Ekawati,  S. Ag (LPA), M. Zailani, SE dan Fitrianingsih (YBC) itu pertama kali mendatangi Polsek Hu'u. Diperoleh informasi bahwa jumlah kasus bunuh diri tahun 2018 sebanyak 8 kasus. Sedangkan  2 bulan di awal 2019 ini sudah terjadi 4 kasus. "Ada juga yang melakukan percobaan bunuh diri tetapi berhasil diselamatkan, " ungkap salah seorang anggota kepolisian yang sedang piket di Mapolsek Hu'u sembari menyebutkan nama cairan yang digunakan untuk percobaan bunuh diri itu.
Dari Polsek Hu'u itu, tim mendapatkan informasi pada umumnya korban bunuh diri adalah 
pelajar SMP dan SMA. "Motif bunuh diri ada yang karena putus cinta ada juga yang karena kecewa dengan orang tuanya karena tidak dibelikan paket internet, " ujar polisi tersebut. 

Selanjutnya tim bertemu dengan Camat Hu'u,  Mukhtar, S. Sos di aula Kantor Kecamatan Hu'u. 
Kepada tim identifikasi,  Mukhtar sangat menyayangkan terjadinya kasus bunuh diri di kalangan remaja di Kecamatan Hu'u. "Bila dilihat masalahnya sangat sepele sekali tetapi begitu mudahnya melakukan bunuh diri. Nyawa seperti tidak ada harganya," ujarnya. Diungkapkannya anak-anak yang melakukan aksi bunuh diri ini umumnya ditinggal orang tuanya  mengais rezeki di luar negeri dan dititipkan pada neneknya. "Karena tidak ada orang tuanya sehingga dipengaruhi oleh lingkungan pergaulannya. Gaya hidupnya juga beda sehingga banyak tuntutan kepada orang tua. tidak tahu bagaimana susahnya orang tuanya bekerja di luar negeri, " kata Mukhtar. 

Diakuinya beberapa hari belakangan ini pihaknya bekerjasama dengan Kapolsek Hu'u, Danramil,  KUA turun untuk melakukan sosialisasi di sekolah -sekolah. Di tempat yang sama,  tokoh muda Hu'u Khaerul Amin mengatakan persoalan bunuh diri ini jangan semata menyalahkan anak-anak yang melakukan bunuh diri saja tetapi harus menggali akar masalahnya secara komprehensif.
"Menurut saya anak-anak ini adalah korban, " kata Khaerul. Selanjutnya ia mengatakan pada hari Rabu (6/3) para tokoh muda Hu'u akan melaksanakan kegiatan penyuluhan di aula Kantor Camat Hu'u. Tim identifikasi juga sempat menemui salah seorang gadis yang pernah  melakukan percobaan bunuh diri. Kepadanya tim memberikan nasehat-nasehat agar tidak lagi melakukan tindakan nekat semacam itu. Tim juga menemui keluarga korban bunuh diri (Ferawati) di Dusun Daha Barat Desa Daha Kecamatan Hu'u untuk mendapatkan informasi motif di balik aksi bunuh diri yang terjadi pada hari Selasa  (26/2) itu.
"Anak-anak kita membutuhkan ajaran agama sebagai  siraman rohani  bagi mereka untuk membentengi diri dari hal-hal negatif semacam ini," kata Kasi Perlindungan Anak, Dahlia Wahyuni, S. Sos. Selanjutnya dalam beberapa hari belakangan ini, tim sosialisasi yang terdiri dari DP3A Kabupaten Dompu, Camat Hu'u, Kapolsek Hu'u,  dan KUA Kecamatan Hu'u. (AMIN DOMPU)