Pernikahan Anak Dibawah Umur, Kerap Terjadi di Dompu
Cari Berita

Advertisement

Pernikahan Anak Dibawah Umur, Kerap Terjadi di Dompu

Rabu, 06 Maret 2019

 Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Dompu, Suhermansyah,  S. Ag,.M. Si

Dompu, Lensa Post NTB - Pernikahan anak di bawah umur masih banyak terjadi di Kecamatan Dompu kabupate Dompu. Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Dompu, Suhermansyah,  S. Ag,.M. Si mengatakan di awal tahun 2019 ini saja sudah ada sekitar 7 atau 8 kasus pernikahan di bawah umur. Sedangkan selama tahun 2018 sekitar 20 kasus. “Ada yang laki-laki. Ada juga yang perempuan bahkan ada yang kedua-duanya," ungkapnya. Suhermansyah menegaskan pihaknya tidak menerima begitu saja bila ada pihak orang tua ingin menikahkan anaknya yang belum mencapai umur sesuai dengan ketentuan  UU Perkawinan Nomor 1 tahun 1974, tetapi tetap menjalankan sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) yang berlaku.

Suherman menjelaskan berdasarkan pasal 7 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan mengamanatkan bahwa perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan pihak wanita sudah mencapai umur 16 (enam belas) tahun. "Kalau usianya yang perempuan 16 tahun lebih satu hari kita catat dalam model N6 (izin orang tua) Tapi kalau 16 tahun kurang sehari apalagi yang masih 14 tahun atau 15 tahun kami tolak dengan kami buatkan surat penolakan model N8. Demikian pula bagi calon pengantin laki-laki kalau belum genap berusia 19 tahun kami keluarkan surat penolakan nikah," tandasnya. 

Namun demikian, lanjutnya pihak orang tua biasanya tetap bersikeras agar anaknya dinikahkan. Orang tua mendatangi Pengadilan Agama untuk mendapatkan surat dispensasi nikah. "Setelah ada surat dispensasi nikah dari PA baru kami berani  menikahkan. Kalau tidak ada (surat dispensasi PA,red) kami tidak berani," jelasnya. Suhermansyah menegaskan keharusan adanya surat dispensasi dari PA tersebut merujuk pada UU Perkawinan Nomor 1 tahun 1974 pasal 7 ayat (2). Ia menegaskan bahwa KUA tidak mengenal istilah pernikahan anak atau pernikahan di bawah umur karena sudah ada surat dispensasi dari PA. Lebih lanjut Suherman menegaskan bahwa pihaknya senantiasa melakukan sosialisasi kepada masyarakat saat menyampaikan khutbah nikah tentang  pendewasaan usia perkawinan. Hal itu dimaksudkan agar tidak lagi terjadi anak-anak menikah di usia yang belum matang.  "Biasanya yang menikah muda itu karena ada 'masalah' (hamil diluar nikah,red) sehingga tidak bisa ditunda lagi ," ujarnya mengakhiri. (AMIN - TIM LENSA POST NTB)