Ekskavasi Situs Dorompana Bakal Berlanjut
Cari Berita

Advertisement

Ekskavasi Situs Dorompana Bakal Berlanjut

Senin, 08 April 2019

Dedi Arsyik, Lurah Kandai Satu Dompu bersama dengan Muhammad Iradat,  Ketua Makkadana Dompu
Dompu, 19bersatu.com-- Tim Balai Arkeologi (Balar) Denpasar kembali akan mengadakan ekskavasi di Situs Dorompana Kelurahan Kandai Satu Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu NTB. Kegiatan dimaksud untuk menyelidiki dan meneliti Jejak Masa Awal Kesultanan Dompu di lokasi tersebut. "Kepastian hadirnya Tim Balar Denpasar dimaksud berdasarkan Surat Nomor : 280/ H5.9/ TU/ 2019 tanggal 25 Maret 2019. Ekskavasi kali ini akan berlangsung selama 20  hari, dari tanggal 27 April  hingga 16 Mei 2019  mendatang dengan melibatkan tim yang lebih  komplit, yakni 9  orang anggota yang diketuai oleh Ni Putu Eka Juliawati, S.S, M. Si," ungkap Lurah Kandai Satu, Dedi Arsyik, S. Sos. Dilanjutkan Dedi komposisi Tim terdiri dari Tim Balai Arkeologi Bali, Fakultas Budaya Universitas Udayana, Pusat Survey Geologi, Balai Litbang Agama Makasar dan Mahasiswa Universitas Gajah Mada. Menurut dia, ekskavasi kali ini merupakan pengembangan dan lanjutan dari penelitian dan ekskavasi sebelumnya yaitu pada tanggal 6 - 21 September 2018.

Dedi mengemukakan pada penelitian sebelumnya (tahap I), Tim telah berhasil membuka kotak yaitu Kotak U23T4, U22T23 dan TS120. Temuan yang didapat berupa fragmen gerabah, keramik, fragmen tungku, sepatu dan batu pipisan, yang menunjukan adanya aktivitas manusia di Situs Dorompana. Gerabah digunakan untuk keperluan sehari hari rumah tangga.  Temuan fragmen gerabah dan porselen membuktikan bahwa Dorompana pernah menjadi sebuah pemukiman sekaligus menjadi tempat penguburan. Pemukiman yang sekaligus menjadi tempat penguburan  merupakan budaya yang masih berlanjut hingga saat ini. Salah satunya bisa dilihat di Pulau Sumba. Lingkungan sekitar Dorompana juga mendukung sebagai pemukiman dengan adanya beberapa titik mata air. Saat ini kondisinya ada yang mengering akibat adanya aktivitas warga sekitar yang menanam pohon jati.

Dilanjutkan Wakil Ketua Makkadana Dompu  ini, temuan keramik di Situs Dorompana berasal dari Dinasti Song sekitar Abad X-VIV Masehi, Dinasti Ming abad XV-XVI Masehi dan Dinasti Qing abad ke XVII-XIX Masehi. "Menunjukan adanya hubungan antara Dompu dengan dunia luar," jelasnya. Dikatakannya sejarah Asia menunjukan bahwa antara abad ke X-XIII Masehi telah berlangsung perkembangan pesat di bidang perniagaan global yang melibatkan banyak negeri di Asia Tenggara dengan Kerajaan di masa  Dinasti Song. Antara lain Nusantara, Semenanjung Melayu, Brunei, Filiphina, Cina, Vietnam dan Thailand. Temuan rangka dan gigi manusia hasil ekskavasi di Situs Dorompana  maupun hasil survey sebelumnya mengarah kepada asumsi pola penguburan bukan islam atau pra islam. Hal ini juga didukung dengan temuan rangka manusia lengkap dengan gelang perunggu yang ditemukan warga di kaki bukit Dorompana saat pembangunan drainase. "Ini asumsi sementara  masih memerlukan bukti-bukti lain yang mendukungnya," paparnya.

Disebutnya Pemerintah Kabupeten Dompu melalui Dinas Kebudayaan dan  Pariwisata Kabupaten  Dompu dan Pemerintah Kelurahan Kandai Satu sangat mendukung penelitian dan ekskavasi ini, sehingga ke depannya dapat dijadikan sebagai objek wisata budaya dan sejarah di wilayah setempat. Bahkan yang tidak kalah pentingnya hasil penelitian dan ekskavasi ini juga dapat dapat bermanfaat untuk kepentingan akademik  dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (TIM LENSA POS)