H. Ahmad, S.Ag, MM : Jangan Putus Silaturrahim Karena Beda Pilihan
Cari Berita

Advertisement

H. Ahmad, S.Ag, MM : Jangan Putus Silaturrahim Karena Beda Pilihan

Kamis, 18 April 2019

H. Ahmad, S.Ag, MM (Sekretaris Umum MUI Kota Bima)

Bima, Lensa Pos NTB – Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bima, H. Ahmad, S.Ag, MM manyampaikan pesan moral sekaligus mengingatkan pasca proses pemungutan suara yang digelar 17 April lalu, yakni 1. Menyampaikan ucapan selamat, bahwa proses demokrasi Pemilihan Umum Presiden dan Legislatif, Alhamdulillah sudah kita jalani dengan baik sebagai komponen Bangsa. 2. Hasil dari Pemilu tersebut, mari kita dewasa dalam berdemokrasi, dan demokrasi ini mari kita kawal bersama-sama sesuai dengan aturan, namun dalam hal ini ada  satu hal yang memang harus kita sama-sama lestarikan, yakni tetap menjaga tali silaturrahim dan kebersamaan sebagai warga masyarakat dan komponen bangsa, artinya jangan karena perbedaan pilihan membuat retaknya persatuan dan tali silaturrahim diantara kita, ingat silaturrahim itu hal yang wajib dan harus kita jaga, 3. Marilah kita menahan diri jangan sampai kita mengekspresikan kekesalan dan kemarahan itu dengan mengeluarkan kata-kata yang tidak santun, disini kita harus mampu menjaga sikap, bahasa, dan perilaku kita, pesannya.

Ia juga menyampaikan, bahwa yang berkaitan dengan hasil quick count dan real count, saya rasa yang terbagus mari kita serahkan kepada lembaga yang menangani persoalan Pemilu. Kita kan sudah memberikan dan menyalurkan hak suara yang merupakan kewajiban kita sebagai anak bangsa, mari kita ikuti saja mekanisme yang telah ditentukan oleh aturan, tanpa kita menyalahkan ini dan itu. 4. Dari sisi agama, kaitan dengan siapa yang menjadi Pemimpin bangsa ini termasuk menjadi Anggota DPR RI, DPD RI dan seterusnya, saya rasa itu sudah menjadi suratan takdir yang bersangkutan, artinya, kalau kita sebagai hamba Allah yang betul-betul mengedepankan aspek iman, mari kita kembalikan masalah ini kepada zat yang Maha menakdirkan “Al Mulku Lillah” kerajaan itu milik Allah, dan Allah mengangkat hamba yang dikehendaki dan menurunkan hamba yang dikehendaki, Jangan sampai kita dalam menyikapi situasi seperti itu, kita tidak mengembalikan urgensi permasalahan ini kepada zat yang Maha Menakdirkan. Kalau itu sudah kita lakukan, saya rasa legowo kita. Mari kita menjaga kebersamaan sebagai anak bangsa, saling menghargai, jangan karena beda pilihan silaturrahim kita putus, silaturrahim harus kita jaga, apalagi ini  momentum di Bulan Rajab mari kita buktikan bathin kita, buktikan iman kita dalam menyongsong bulan ramadhan, harapnya.  

Kepada Lensa Pos, H. Ahmad juga menjelaskan, bahwa Demokrasi ini adalah pesta yang digelar secara 5 tahun sekali, karena ini sifatnya dunia, jangan sampai kita berpecah belah, mari kita kedepankan sikap sabar, saling menghargai, jangan saling menuding atau menyalahkan, kita sudah memberikan yang terbaik untuk bangsa ini, kita serahkan kepada lembaga yang berkompeten menangani itu, tentu kita harapkan lembaga harus mampu bekerja profesional. Mari kita tetap utuh, Kedepankan Iman, rukun Iman yang ke 6 adalah percaya dengan Qada dan Qodar, ketentuan baik dan buruk termasuk masalah nasib, semuanya dari Allah SWT. Seperti yang diajarkan Agama “Innamal Usri Yusra” kalau susah berarti mari kita menatap masa depan yang lebih cerah lagi, ada tugas baru lagi yang harus kita songsong kedepan dan yang harus kita lakukan, jangan terus menoleh kebelakang. Yang saya tidak inginkan silaturrahim jadi korban, apalagi menuding orang dengan caci maki dan sebagainya, tutup H. Ahmad. (TIM LENSA POS)