Kakan Kemenag Ungkap Penyebab Kasus Bunuh Diri di Dompu
Cari Berita

Advertisement

Kakan Kemenag Ungkap Penyebab Kasus Bunuh Diri di Dompu

Sabtu, 13 April 2019


Dompu, 19bersatu.com-- Kasus bunuh diri demikian marak di Kabupaten Dompu dalam 2 tahun terakhir ini.
Berdasarkan data dari Polres Dompu tahun 2018 terjadi 13 kasus bunuh diri. 9 orang di antaranya meninggal dunia. Sedangkan 4 kasus berhasil diselamatkan. Sedangkan pada triwulan pertama tahun 2019 ini meningkat tajam. Dari Januari - Maret 2019 telah terjadi 11 kali kejadian. 5 di antaranya meninggal dunia dan 6 kasus berhasil digagalkan.

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Dompu, Drs. H. Syamsul H. Ilyas,  M. Si dalam acara rapat koordinasi yang dilaksanakan di Gedung PKK Kabupaten Dompu pada Jum'at (12/4) mengungkapkan penyebab kasus bunuh diri bukan semata karena kemiskinan ekonomi. Tetapi juga adalah akibat kemiskinan rohani.
"Kami mengkaji maraknya kasus bunuh diri karena rohaninya kosong," ungkapnya.
Bila seseorang miskin dari sisi ekonomi tetapi rohaninya terisi dengan keimanan dan ajaran agama, maka ia akan bisa bersabar bila menghadapi suatu persoalan dan menyerahkan semuanya kepada Allah (tawakkal). Ia tidak akan menggerutu, kecewa dan menyesali atas apa yang menimpa dirinya. Tetapi ia akan selalu optimis dan berusaha menemukan solusi terhadap persoalan yang dihadapinya.
Sebaliknya orang yang mengalami kekosongan rohani hanya akan berkeluh kesah, marah dan putus asa, menyalahkan orang lain atau menyalahkan diri sendiri. Pikirannya buntu sehingga mencari jalan pintas untuk mengakhiri masalah yang dihadapinya. Antara lain dengan melakukan tindakan nekat bunuh diri.
"Kalau rohani terisi, perut terisi dan dompet juga terisi in sya'allah tidak akan terjadi seperti itu," ulasnya.

Karena itu, lanjutnya di desa - desa harus menghidupkan kembali majelis ta'lim sebagai wadah bagi masyarakat untuk mempelajari ilmu - ilmu agama agar jiwanya terisi dengan pemahaman keagamaan yang baik.
"Mari hidupkan kembali majelis - majelis ta'lim di desa - desa. Kementerian Agama siap untuk hadir untuk menyapa dan mendengarkan keluhan-keluhan masyarakat," ujarnya.
Selain itu, lanjutnya di rumah-rumah harus selalu dilantunkan ayat-ayat suci Al - Qur'an agar rumah itu penuh dengan rahmat Allah serta menjauhkan dari gangguan syetan bagi penghuni rumah.
Diakuinya untuk memberikan siraman rohani kepada kaum muslimin, pihaknya juga pada setiap Jum'at mendatangi masjid - masjid untuk menyampaikan khutbah.
"Kemenag sudah mendatangi 15 masjid yang ada di Kecamatan Hu'u dan juga di Kecamatan Kempo. In sya'allah setelah Pemilu 17 April ke seluruh kecamatan," tuturnya.

Kakan Kemenag menengarai juga bahwa para remaja saat ini dininabobokan dengan keberadaan handphone. HP, katanya memang di satu sisi memberikan manfaat bagi penggunanya tetapi juga di sisi lain berdampak negatif. Dari ponsel androidnya remaja mendapatkan berbagai informasi yang tidak jelas yang bisa memberikan dampak buruk terhadap pikiran, sikap dan perilakunya. Karena itu pengawasan dari orang tua sangat dibutuhkan.
"Perlu juga ada forum pembinaan bagi orang tua agar memahami tugas dan tanggung jawabnya di dalam mendidik putra - putrinya," pungkasnya. (AMIN)