STBM-Stunting di Dompu Prioritaskan 10 Desa
Cari Berita

Advertisement

STBM-Stunting di Dompu Prioritaskan 10 Desa

Kamis, 25 April 2019

Dompu, 19bersatu.com-- Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat  (STBM) - Stunting di Kabupaten Dompu NTB diprioritaskan pada 10 Desa.
Berdasarkan data yang dirilis Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat (Pokja - AMPL BM) Kabupaten Dompu 10 desa yang menjadi lokus program STBM - Stunting ini adalah Desa O'o, Katua dan Dorebara di Kecamatan Dompu, Desa Ranggo di Kecamatan Pajo, Desa Mumbu dan Baka Jaya di Kecamatan Woja, Desa Cempi Jaya dan Jala di Kecamatan Hu'u,  serta Desa Sorinomo dan Nangamiro di Kecamatan Pekat.
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.
Sumber Pokja AMPL BM itu mengatakan kekurangan gizi terjadi sejak janin dalam kandungan dan pada masa awal setelah anak lahir, tetapi baru nampak setelah anak berusia 2 tahun. Stunting berdampak pada tingkat kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit, menurunkan produktivitas, dan kemudian menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan dan ketimpangan.
Program STBM - Stunting merupakan solusi untuk mengatasi masalah sanitasi dan stunting. STBM - Stunting ini adalah suatu pendekatan atau gerakan untuk mengubah perilaku higienis dan saniter, pola pengasuhan, layanan kesehatan, dan akses gizi pada 1000HPK (Seribu Hari Pertama Kelahiran) melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan,  kampanye dan promosi.
STBM - Stunting menekankan pada 8 (delapan) pilar STBM, yaitu Stop Buang Air Besar Sembarangan, Cuci Tangan Pakai Sabun, Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga, Pengamanan Sampah Rumah Tangga,  Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga, Gizi Ibu Hamil, Pemberian Makan Bayi dan Anak, dan pemantauan pertumbuhan. (AMIN)