Tarian Kolosal "Doro Mantika" Semarakkan FPT 2019 di Doroncanga
Cari Berita

Advertisement

Tarian Kolosal "Doro Mantika" Semarakkan FPT 2019 di Doroncanga

Rabu, 10 April 2019

Dompu, 19bersatu.com-- Tarian Kolosal "Doro Mantika" menyemarakkan Festival Pesona Tambora  (FPT) 2019 yang dilaksanakan di Kawasan Doroncanga Desa Doropeti Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu NTB pada Rabu (11/4) pagi. Tarian Kolosal "Doro Mantika" ini menampilkan sekitar 270 penari. Dalam bahasa daerah Dompu dan Bima, Doro Mantika artinya gunung nan indah dengan pemandangan alami yang asri dan hijau.
Tarian tersebut sebagai tarian ucapan selamat datang kepada Staf Ahli Kementerian Pariwisata RI Bidang Multikultural, Esthy Reko Astuty Gubernur NTB, DR. Zulkieflimansyah beserta seluruh tamu undangan yang menghadiri event tahunan tersebut. Tarian Kolosal tersebut menggambarkan keindahan bentang alam Tambora  dan peradaban dou (orang) Dompu yang hidup di lereng Tambora.  Sumber daya alam yang sangat kaya,  hasil pertanian yang melimpah dan sistem kehidupan masyarakat yang dinamis direpresentasikan di dalam gerakan tarian kolosal itu yang dipadukan dengan unsur kearifan lokal dou Dompu dalam musik maupun pakaian yang dikenakan.

Tarian berdurasi 20 menit itu merupakan buah karya  seniman dan budayawan muda Dompu Fuad Al Katiri dan koreografi oleh Dian Syahroni serta didampingi oleh seniman Deny Malik.
"Saya benar-benar terharu menyaksikan tarian Doro Mantika tadi. Seperti inilah yang saya inginkan. Para pemuda Dompu punya kreativitas untuk memajukan daerah ini," ungkap Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin dalam sambutannya.

Staf Ahli Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata RI, Esthy Reko Astuty juga mengaku takjub atas persembahan tarian Kolosal "Doro Mantika" tersebut. Sementara Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah menyebut bahwa tarian Kolosal tersebut sebagai ekspresi kebahagiaan masyarakat Dompu. Usai persembahan tarian Kolosal "Doro Mantika" para tamu undangan menikmati alunan lagu "Tambora" dan tarian "Tambora dan Takdir Cinta". Sebelumnya saat memasuki tenda utama para tamu undangan juga disambut dengan tarian "Wura Bongi Monca". (AMIN)